Kamis, 01 September 2016
Diposting oleh Unknown di 17.12 0 komentar
Label: puisi, sajak, Sebelum Patah Kalamku
Kamis, 17 September 2015
Yang Lalu biarlah berlalu
Mengingat dan mengenang masa lalu, kemudian bersedih atas nestapa dan kegagalan didalamnya merupakan tindakan bodoh dan gila. Itu, sama artinya dengan membunuh semangat, memupuskan tekad dan mengubur masa depan yang belum terjadi.
Bagi orang yang berpikir, berkas-berkas masa lalu akan dilipat dan tak pernah dilihat kembali. Cukup ditutup rapat-rapat, lalu disimpan dalam 'ruang' penglupaan, diikat dengan tali yang kuat dalam 'penjara' pengacuhan selamanya. Atau, diletakkan di dalam ruang gelap yang tak tertembus cahaya. Yang demikian, karena masa lalu telah berlalu dan habis. Kesedihan tak akan mampu mengembalikannya lagi, keresahan tak akan sanggup memperbaikinya kembali,
kegundahan tidak akan mampu merubahnya menjadi terang, dan kegalauan tidak akan dapat menghidupkannya kembali, karena ia memang sudah tidak ada.
Jangan pernah hidup dalam mimpi buruk masa lalu, atau di bawah payung gelap masa silam. Selamatkan diri Anda dari bayangan masa lalu! Apakah Anda ingin mengembalikan air sungai ke hulu, matahari ke tempatnya terbit, seorok bayi ke perut ibunya, air susu ke payudara sang ibu, dan air mata ke dalam kelopak mata? Ingatlah, keterikatan Anda dengan masa lalu, keresahan Anda atas apa yang telah terjadi padanya, keterbakaran emosi jiwa Anda oleh api panasnya, dan kedekatan jiwa Anda pada pintunya, adalah kondisi yang sangat naif, ironis, memprihatinkan, dan sekaligus menakutkan.
Membaca kembali lembaran masa lalu hanya akan memupuskan masa depan, mengendurkan semangat, dan menyia-nyiakan waktu yang sangat berharga. Dalam al-Qur'an, setiap kali usai menerangkan kondisi suatu kaum dan apa saja yang telah mereka lakukan, Allah selalu mengatakan, "Itu adalah umat yang lalu." Begitulah, ketika suatu perkara habis, maka selesai pula urusannya. Dan tak ada gunanya mengurai kembali bangkai zaman
an memutar kembali roda sejarah.
Orang yang berusaha kembali ke masa lalu, adalah tak ubahnya orang yang menumbuk tepung, atau orang yang menggergaji serbuk kayu. Syahdan, nenek moyang kita dahulu selalu mengingatkan orang yang meratapi masa lalunya demikian: "Janganlah engkau mengeluarkan mayat-mayat itu dari kuburnya."
Dan konon, kata orang yang mengerti bahasa binatang, sekawanan binatang sering bertanya kepada seekor keledai begini, "Mengapa engkau tidak menarik gerobak?"
"Aku benci khayalan," jawab keledai.
Adalah bencana besar, manakala kita rela mengabaikan masa depan dan justru hanya disibukkan oleh masa lalu. Itu, sama halnya dengan kita mengabaikan istana-istana yang indah dengan sibuk meratapi puing- puing yang telah lapuk. Padahal, betapapun seluruh manusia dan jin bersatu untuk mengembalikan semua hal yang telah berlalu, niscaya mereka tidak akan pernah mampu. Sebab, yang demikian itu sudah mustahil pada asalnya.
Orang yang berpikiran jernih tidak akan pernah melibat dan sedikitpun menoleh ke belakang. Pasalnya, angin akan selalu berhembus ke depan, air akan mengalir ke depan, setiap kafilah akan berjalan ke depan, dan segala sesuatu bergerak maju ke depan. Maka itu, janganlah pernah melawan sunah kehidupan!
Diposting oleh Unknown di 09.47 0 komentar
Sabtu, 05 September 2015
Yang Tak Mampu Kau Obati, Sekeras Apapun Usahamu
Diposting oleh Unknown di 12.31 0 komentar
Label: Sebelum Patah Kalamku
Selasa, 02 Juni 2015
Siapakah Sandaran Hati Kita?*
| letto cover album |
Diposting oleh Unknown di 17.59 0 komentar
Label: dari Tirta Nirwana, Letto, Menerka-nerka Cuaca, repost, Sebelum Patah Kalamku
Rabu, 11 Maret 2015
RE
Diposting oleh Unknown di 09.15 1 komentar
Minggu, 21 Desember 2014
Jangan Pernah
Diposting oleh Unknown di 09.02 0 komentar
Pilihan
Diposting oleh Unknown di 09.00 0 komentar
Label: Belajar Bijak, Sebelum Kering Tintaku, Sebelum Patah Kalamku
Selasa, 16 Desember 2014
Pemberi Hadiah
![]() |
| foto dari: http://panduanislam.com |
Diposting oleh Unknown di 20.40 0 komentar
Label: Belajar Bijak, belajar bijak dari anak, kisah hikmah, Sebelum Kering Tintaku, Sebelum Patah Kalamku
Rabu, 19 November 2014
Kangen Zaman itu,
Diposting oleh Unknown di 20.43 0 komentar
Label: Belajar Bijak, belajar bijak dari anak, Melayu, Sebelum Patah Kalamku
Minggu, 26 Oktober 2014
Ziarah Lagu Gurindam Jiwa
Diposting oleh Unknown di 21.27 0 komentar
Label: Melayu, Sebelum Kering Tintaku, Sebelum Patah Kalamku
Sabtu, 25 Oktober 2014
Gurindam Perihal Niat
![]() |
| gambar diambil dari www.smarttailor.com. |
Diposting oleh Unknown di 16.35 0 komentar
Label: Gurindam Muda, kata-kata mutiara, Sebelum Kering Tintaku, Sebelum Patah Kalamku
Gurindam Perihal Ilmu
| foto diambil dari https://www.flickr.com/photos/zafismail/3342494207/ |
Diposting oleh Unknown di 09.49 0 komentar
Label: Gurindam Muda, Sebelum Kering Tintaku, Sebelum Patah Kalamku
Kamis, 23 Oktober 2014
Harapan Mereka.
Pada suatu saat yang indah, seorang teman bertutur dengan jujur,
"Saya tuh barusan ngobrol sama si Fulan, wajahnya gak ganteng sih, tapi keteduhannya itu lho, sejuk kalau lihat wajahnya, tiap kali jumpa dia tu ya rasanya inget masjid terus, pas ngobrol sama dia ni, rasa nikmatnya tuh di sini (sambil nunjuk jantungnya hehe), tiap kata-katanya tu sederhana saja tapi membuat saya tergerak untuk menjadi lebih baik, dia gak lebay dan sombong, senyumnya tulus, tawanya ikhlas, siapalah yang beruntung dapetin lelaki berakhlak mulia seperti dia, saya cocok gak dengan dia,? hehe secara dizaman sekarang sedikit sekali pemuda seperti dia" Tutur seorang gadis di salah satu kampus.
Diposting oleh Unknown di 21.02 0 komentar
Selama Nafas Masih Berhembus
Diposting oleh Unknown di 18.06 0 komentar
Persamaan Guru dan Penjual
Apa persamaan guru dan penjual?
letak kesamaan antara penjual dan guru adalah pada kata "Menarwarkan"
Penjual menawarkan barangnya kepada calon pembeli, kalau mereka tertarik dan ada uang mereka pasti membeli, tapi kalau tak tertarik biasanya mereka hanya melihat-lihat, bertanya ini itu, berapa harganya dan sebagainya, lalu pergi meninggalkan kita? kenapa demikian? boleh jadi karena penjual kurang mendalami keahlian menawarkan barang kepada calon pembeli.
Diposting oleh Unknown di 00.27 0 komentar
Label: Belajar Bijak, belajar bijak dari anak, Sebelum Patah Kalamku
Selasa, 21 Oktober 2014
Gelar
Keberangkatan haji merupakan moment terindah bagi mereka yang bertahun-tahun telah menantinya, ada yang menahun telah menabung hadil jerih payah kerja kerasnya, ada yang rela menjual tanah dan sawahnya, semua itu demi beribadah ketanah suci.
Tetapi banyak hal unik di Indonesia terkait dengan ibadah haji. Pertama terkait haji yang berulang-ulang kali.
Kenapa Fenomena ini saya bilang unik? Bagaimana nggak unik?! Di negeri yang masih sakit ini, ada saja orang yang lebih mementingkan pergi haji untuk kesekian kalinya dibanding membantu sesamanya.
Diposting oleh Unknown di 04.50 2 komentar
Label: Belajar Bijak, Hati Ahmad Rifai Rifan, repost, Sebelum Kering Tintaku, Sebelum Patah Kalamku
Senin, 20 Oktober 2014
Tak Silau Kemilau Pujian, Kebal ditikam Makian
Jika suatu hari nanti ada orang yang memberi tahu tentang kelemahanmu, maka dengarkanlah dia, Karena dialah yang punya peran penting dalam membangun kemajuan dirimu.
Begitu pun sebaliknya, jika ada orang yang selalu memujimu, jangan buru-buru memutuskan untuk bergembira. Karena bisa jadi pujian itu yang jadi penutup peluang kesuksesanmu.
saat menerima pujian dari seseorang, kanjeng Rosul SAW sering menanggapinya dengan doa, " Ya Allah, janganlah Engkau hukum aku karena apa yang dikatakan oleh orang-orang itu. Ya Allah, ampunilah aku dari apa yang tidak mereka ketahui (dari diriku). Ya Allah, jadikanlah aku lebih baik dari apa yang mereka kira." [H.R Bukhari]
Diposting oleh Unknown di 19.15 2 komentar
Label: belajar bijak dari anak, Halaqoh, Hati Ahmad Rifai Rifan, Sebelum Kering Tintaku, Sebelum Patah Kalamku
mau jadi orangg rata-rata?
Diposting oleh Unknown di 10.05 0 komentar
Label: Belajar Bijak, Hati Ahmad Rifai Rifan, Sebelum Kering Tintaku, Sebelum Patah Kalamku
Jumat, 17 Oktober 2014
Hati yang Turut Merasa
Diposting oleh Unknown di 11.49 0 komentar
Label: Belajar Bijak, Sebelum Kering Tintaku, Sebelum Patah Kalamku
Jumat, 10 Oktober 2014
Asyiknya pacaran Sehat
Diposting oleh Unknown di 09.32 0 komentar
Label: Sebelum Patah Kalamku










