Recent Posts
Tampilkan postingan dengan label Sebelum Patah Kalamku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sebelum Patah Kalamku. Tampilkan semua postingan

Kamis, 01 September 2016

0 komentar

Membaca Peta



Membaca Peta
59:21

Sunyi ini, kertas berdebu menuangkan
petuah-petuah kasih. Awan bermata biru
dan sendu gegas kembali bentangkan sujud.
Gunung  terpecah walau hanya dibelah sebilah firman.
Duhai hatiku, mengapa kau  lebih agung dari gunung?

di dalam hatiku, para pekerja proyek sibuk
menuangkan semen, membangun tembok beton
menyusun pagar. Mereka memang sengaja lupa memasang
jendela dan pintu.  Betapa mereka senang memasung
gelap, tak ada katup apatah lagi tutup
 tidakkah kau tahu segala yang terbuka memungkinkan
diterangi cahaya walau bayangan tak terelak adanya.

*
Batu di antara gemuruh air sungai
memelihara rasa takut gentar terburai
tatkala sehelai firman langit diurai
pada dunia segumpaldarahku terbuai



( Label: , , ) Read more

Kamis, 17 September 2015

0 komentar

Yang Lalu biarlah berlalu

Mengingat dan mengenang masa lalu, kemudian bersedih atas nestapa dan kegagalan didalamnya merupakan tindakan bodoh dan gila. Itu, sama artinya dengan membunuh semangat, memupuskan tekad dan mengubur masa depan yang belum terjadi. 

Bagi orang yang berpikir, berkas-berkas masa lalu akan dilipat dan tak pernah dilihat kembali. Cukup ditutup rapat-rapat, lalu disimpan dalam 'ruang' penglupaan, diikat dengan tali yang kuat dalam 'penjara' pengacuhan selamanya. Atau, diletakkan di dalam ruang gelap yang tak tertembus cahaya. Yang demikian, karena masa lalu telah berlalu dan habis. Kesedihan tak akan mampu mengembalikannya lagi, keresahan tak akan sanggup memperbaikinya kembali, 

kegundahan tidak akan mampu merubahnya menjadi terang, dan kegalauan tidak akan dapat menghidupkannya kembali, karena ia memang sudah tidak ada. 

Jangan pernah hidup dalam mimpi buruk masa lalu, atau di bawah payung gelap masa silam. Selamatkan diri Anda dari bayangan masa lalu! Apakah Anda ingin mengembalikan air sungai ke hulu, matahari ke tempatnya terbit, seorok bayi ke perut ibunya, air susu ke payudara sang ibu, dan air mata ke dalam kelopak mata? Ingatlah, keterikatan Anda dengan masa lalu, keresahan Anda atas apa yang telah terjadi padanya, keterbakaran emosi jiwa Anda oleh api panasnya, dan kedekatan jiwa Anda pada pintunya, adalah kondisi yang sangat naif, ironis, memprihatinkan, dan sekaligus menakutkan. 

Membaca kembali lembaran masa lalu hanya akan memupuskan masa depan, mengendurkan semangat, dan menyia-nyiakan waktu yang sangat berharga. Dalam al-Qur'an, setiap kali usai menerangkan kondisi suatu kaum dan apa saja yang telah mereka lakukan, Allah selalu mengatakan, "Itu adalah umat yang lalu." Begitulah, ketika suatu perkara habis, maka selesai pula urusannya. Dan tak ada gunanya mengurai kembali bangkai zaman 

an memutar kembali roda sejarah. 

Orang yang berusaha kembali ke masa lalu, adalah tak ubahnya orang yang menumbuk tepung, atau orang yang menggergaji serbuk kayu. Syahdan, nenek moyang kita dahulu selalu mengingatkan orang yang meratapi masa lalunya demikian: "Janganlah engkau mengeluarkan mayat-mayat itu dari kuburnya."

Dan konon, kata orang yang mengerti bahasa binatang, sekawanan binatang sering bertanya kepada seekor keledai begini, "Mengapa engkau tidak menarik gerobak?"

"Aku benci khayalan," jawab keledai. 

Adalah bencana besar, manakala kita rela mengabaikan masa depan dan justru hanya disibukkan oleh masa lalu. Itu, sama halnya dengan kita mengabaikan istana-istana yang indah dengan sibuk meratapi puing- puing yang telah lapuk. Padahal, betapapun seluruh manusia dan jin bersatu untuk mengembalikan semua hal yang telah berlalu, niscaya mereka tidak akan pernah mampu. Sebab, yang demikian itu sudah mustahil pada asalnya. 

Orang yang berpikiran jernih tidak akan pernah melibat dan sedikitpun menoleh ke belakang. Pasalnya, angin akan selalu berhembus ke depan, air akan mengalir ke depan, setiap kafilah akan berjalan ke depan, dan segala sesuatu bergerak maju ke depan. Maka itu, janganlah pernah melawan sunah kehidupan! 

( Label: , ) Read more

Sabtu, 05 September 2015

0 komentar

Yang Tak Mampu Kau Obati, Sekeras Apapun Usahamu


   


 Ada kelemahan lelaki yang dia sendiri tak bisa mengalahkannya, demi dirimu wahai wanita, ia rela tidak bersamamu, menjauh darimu, tak menikahimu, mati dalam kesendiriannya, ia rela merasakan betapa sengsaranya ia menahan rindu padamu, 
( Label: ) Read more

Selasa, 02 Juni 2015

0 komentar

Siapakah Sandaran Hati Kita?*

letto cover album

Menurut saya letto adalah salah satu dari sedikit band Indonesia yang punya idealisme. Pemilihan nama letto tidak dimaksudkan merujuk pada arti apapun. Letto adalah kata yang tidak punya arti/ makna. Pemilihan nama tanpa makna merupakan langkah tidak populer dalam arus mainstream. Letto mendekosntruksi tatanan nama dan makna. Dimana makna menjadi logosentrisme dari sebuah nama. Letto tidak memilih nama berdasarkan kata yang sudah terdefinisi. Para personilnya justru ingin membuat makna Letto dengan apa yang mereka lakukan. Singkatnya, Letto berarti apa dan bagaimana mereka berkreasi.
( Label: , , , , ) Read more

Rabu, 11 Maret 2015

1 komentar

RE




        Hidup pula adalah rangakain rutinitas yang berulang. Kita sering berada pada tempat yang sama untuk kesekian kalinya, kita sering berjalan pada jalur yang sama untuk kesekian kalinya dan kita juga mnegerjakan tugas yang sama dengan cara yang sama untuk kesekian kalinya, entahlah, sudah berapa kali kita mengulangi rutinitas yang itu-itu saja.
( Label: , ) Read more

Minggu, 21 Desember 2014

0 komentar

Jangan Pernah



Jangan pernah tuduh mereka yang pergi tersebab benci, boleh jadi mereka pergi karena untuk kebaikanmu, karena sebuah alasan yang sulit kau pahami dan sulit mereka jelaskan.
Betapa banyak ulama berhijrah hanya untuk menimba ilmu dari sumur hikmah teladan,
Betapa ramai orang yang kita cintai pergi menghadap Ilahi, bukan karena benci, tapi Allah telah membatasinya dari beramal di dunia,
( Label: , ) Read more
0 komentar

Pilihan





Muda adalah waktu yang leluasa untuk menentukan berbagai pilihan hidup, maka diantara pilihan itu, renungkanlah pilihan yang terbaik, ilmu terbaik, kerja terbaik, jariyah terbaik, prestasi terbaik, ibadah terbaik, inspirasi dan kebermanfaatan terbaik. Betapa indah bila pilihan jalan hidup kita, dibarengi dengan kekuatan yang Allah titipkan, kekuatan masa muda, kekuatan tekad, kekuatan Iman, kekutan Jasad.
( Label: , , ) Read more

Selasa, 16 Desember 2014

0 komentar

Pemberi Hadiah




foto dari: http://panduanislam.com

“Tatkala anda mendidik, anda harus ingat bahwa anda adalah seorang yang memberikan hadiah kepada murid, maka pilihlah hadiah yang tepat untuknya”
Betapa senang seorang teman mendapat hadiah dari teman baiknya, tapi alangkah sayang hadiah yang dia dapat ternyata tidak sedang ia butuhkan, walhasil hadiah itu ia berikan kepada orang lain yang lebih membutuhkan.
( Label: , , , , ) Read more

Rabu, 19 November 2014

0 komentar

Kangen Zaman itu,




#‎Kangen1
waktu kecil dulu, magrib adalah waktu yang begitu Indah. Di bawah bulan dan kemerlip gemintang, berlari-lari kita menuju surau untuk mendaras Al-Qur'an, berlagu-lagu dengan firman Tuhan, hati secerah ceria, jiwa melonjak riangnya, hampir tak ada duka nestapa, ‪#‎kangen gak waktu itu mblo?
( Label: , , , ) Read more

Minggu, 26 Oktober 2014

0 komentar

Ziarah Lagu Gurindam Jiwa



 
foto diambil dari : http://filemklasikmalaysia.blogspot.com
Tuai padi antara masak,
Esok jangan layu-layuan;
Intai kami antara nampak,
Esok jangan rindu-rinduan.

Sesiapakah gerangan orangnya yang tak familiar dengan lagu ini? Mungkin dia belum merasa sebagai darah melayu, atau mungkin memang tak pernah mendengarkannya, bukan mengapa, bagi saya lagu ini memiliki nilai rasa yang tinggi dibanding dengan lelagu melayu lainnya, sungguh, lagu ini menempati tempatnya yang terkhusus dalam bilik hati ini.
( Label: , , ) Read more

Sabtu, 25 Oktober 2014

0 komentar

Gurindam Perihal Niat



gambar diambil dari www.smarttailor.com.


Mana dipilih sutra dan kafan
Tentulah sutra jadi rebutan
Mana dipilih amal perbuatan
Tentulah yang benar niat awalan

Inilah gurindam perihal niat,
Semoga dapat mendulang manfaat.
( Label: , , , ) Read more
0 komentar

Gurindam Perihal Ilmu



foto diambil dari https://www.flickr.com/photos/zafismail/3342494207/

Bismillah di kota sejuta madah
Berharap berkah ditiap tingkah
Hamba tuliskan secebis ingatan
Tentang Ilmu pengetahuan
yang sungguh tiada mendalam.
Inilah gurindam perihal ilmu
Semoga baitnya dapat digugu
( Label: , , ) Read more

Kamis, 23 Oktober 2014

0 komentar

Harapan Mereka.


Pada suatu saat yang indah, seorang teman bertutur dengan jujur,
"Saya tuh barusan ngobrol sama si Fulan, wajahnya gak ganteng sih, tapi keteduhannya itu lho, sejuk kalau lihat wajahnya, tiap kali jumpa dia tu ya rasanya inget masjid terus, pas ngobrol sama dia ni, rasa nikmatnya tuh di sini (sambil nunjuk jantungnya hehe), tiap kata-katanya tu sederhana saja tapi membuat saya tergerak untuk menjadi lebih baik, dia gak lebay dan sombong, senyumnya tulus, tawanya ikhlas, siapalah yang beruntung dapetin lelaki berakhlak mulia seperti dia, saya cocok gak dengan dia,? hehe secara dizaman sekarang sedikit sekali  pemuda seperti dia" Tutur seorang gadis di salah satu kampus.
( Label: , ) Read more
0 komentar

Selama Nafas Masih Berhembus


Masa terbaik untuk menjadi aktor pengemban tugas-tugas mulia meneruskan kebaikan orang-orang shalih adalah masa muda, tersebab pada diri pemuda terdapat power yang dahsyat, jika seorang pemuda mampu menekan sakelar ON-nya dengan benar, maka power itu akan menghidupkan lampu-lampu inspirasi, menarangi kegelapan pemikiran sekitarnya, membangkitkan gerakan sosial yang terorganisir untuk mewujudkan pesan luhur Watawaa Showbil Haq, watawa Showbishsobr! para pemuda menyadari betul bahwa ia adalah agen penerus dan perubahan yang tak boleh diam melihat kerusakan moral di sekitarnya. Itulah sosok pemuda sejati yang tak hanya soleh secara pribadi, tapi juga punya andil besar untuk mewujudkan keshalihan sosial. 

( Label: , ) Read more
0 komentar

Persamaan Guru dan Penjual



Apa persamaan guru dan penjual?
letak kesamaan antara penjual dan guru adalah pada kata "Menarwarkan"
Penjual menawarkan barangnya kepada calon pembeli, kalau mereka tertarik dan ada uang mereka pasti membeli, tapi kalau tak tertarik biasanya mereka hanya melihat-lihat, bertanya ini itu, berapa harganya dan sebagainya, lalu pergi meninggalkan kita? kenapa demikian? boleh jadi karena penjual kurang mendalami keahlian menawarkan barang kepada calon pembeli.

( Label: , , ) Read more

Selasa, 21 Oktober 2014

2 komentar

Gelar


Keberangkatan haji merupakan moment terindah bagi mereka yang bertahun-tahun telah menantinya, ada yang menahun telah menabung hadil jerih payah kerja kerasnya, ada yang rela menjual tanah dan sawahnya, semua itu demi beribadah ketanah suci.

Tetapi banyak hal unik di Indonesia terkait dengan ibadah haji. Pertama terkait haji yang berulang-ulang kali.
 Kenapa Fenomena ini saya bilang unik? Bagaimana nggak  unik?! Di negeri yang masih sakit ini, ada saja orang yang lebih mementingkan pergi haji untuk kesekian kalinya dibanding membantu sesamanya.

( Label: , , , , ) Read more

Senin, 20 Oktober 2014

2 komentar

Tak Silau Kemilau Pujian, Kebal ditikam Makian



Jika suatu hari nanti ada orang yang memberi tahu tentang kelemahanmu, maka dengarkanlah dia, Karena dialah yang punya peran penting dalam membangun kemajuan dirimu.

Begitu pun sebaliknya, jika ada orang yang selalu memujimu, jangan buru-buru memutuskan untuk bergembira. Karena bisa jadi pujian itu yang jadi penutup peluang kesuksesanmu.

saat menerima pujian dari seseorang, kanjeng Rosul SAW sering menanggapinya dengan doa, " Ya Allah, janganlah Engkau hukum aku karena apa yang dikatakan oleh orang-orang itu. Ya Allah, ampunilah aku dari apa yang tidak mereka ketahui (dari diriku). Ya Allah, jadikanlah aku lebih baik dari apa yang mereka kira." [H.R Bukhari]

( Label: , , , , ) Read more
0 komentar

mau jadi orangg rata-rata?




Jika terpaksa kita harus membenci sebuah kata, maka saran saya, bencilah kata "rata-rata". Jadi orang yang rezekinya rata-rata, prestasinya rata-rata, nilainya rata-rata, kontribusinya rata-rata, idenya rata-rata, tampangnya rata-rata (hehe) emang gak ada muka apa,?! jabatannya rata-rata, kerjanya rata-rata, gajinya rata-rata, amalnya juga rata-rata.

( Label: , , , ) Read more

Jumat, 17 Oktober 2014

0 komentar

Hati yang Turut Merasa




Pernah gak terfikirkan tentang makna mendalam dari rasa kerinduan?  Menurutku, kerinduan itu adalah suatu kondisi, dimana kita hidup dalam suatu komunitas, suatu kelompok yang saling memperhatikan.
Memperhatikan yang kumaksud, bukan sekedar melihat dengan mata kepala, atau hanya dengan mata hati, tapi perhatian itu diteruskan dengan gerakan tangan untuk turut meringankan beban teman sesama komunitas.
( Label: , , ) Read more

Jumat, 10 Oktober 2014

0 komentar

Asyiknya pacaran Sehat




Lagi ramai sekali nih di dunia persilatan lidah media social tentang salah satu buku  Pendidikan Jasmani dan Kesehatan SMA/MA/SMK kelas XI terbitan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan semester ganjil. Di halaman 128-129 buku tersebut membahas mengenai pacaran yang sehat.
Tak dapat terlepas dari pokok persoalan itu, yang menjadi pertanyaan besar dibenak para pemerhati pendidikan Islam adalah, apa korelasi gambar lelaki berpeci dan wanita berjilbab gondrong itu menjadi ilustrasi dari propaganda ini, apakah pacaran itu bisa menjadi sehat bila sang lelaki menggunakan peci dan yang perempuan mengenakan jilbab besar?
( Label: ) Read more
Best viewed on firefox 5+

like

follow me

CAHAYA HATI

Copyright © Design by Dadang Herdiana