Recent Posts

Rabu, 11 Maret 2015

1 komentar

RE




        Hidup pula adalah rangakain rutinitas yang berulang. Kita sering berada pada tempat yang sama untuk kesekian kalinya, kita sering berjalan pada jalur yang sama untuk kesekian kalinya dan kita juga mnegerjakan tugas yang sama dengan cara yang sama untuk kesekian kalinya, entahlah, sudah berapa kali kita mengulangi rutinitas yang itu-itu saja.

       Kendatipun dempikian, peristiwa berulangnya kegiatan kita, hendaklah bukan sautu pengurangan, atau juga bukan suatu kehampaan akan nilai manfaat.
       Seperti halnya sholat 5 wakt, kita telah mengulanginya untuk rakaat yang banyak sejak kita sadar bahwa shalat lima waktu itu wajib, hingga saat ini saya menulis dan anda membaca tulisan ini.
Pengulangan shalat ini bukanlah suatu rutinitas yang membosankan, tapi sebuah moment untuk kesempatan mengoreksi dan melengkapi pada kesempatan yang lain jika Allah masih berkehendak memberinya.
Dengan umur yang terbentang ini, lantas mengapa kita haru mengulangi shalat itu? Apakah tidak cukup bila seumur hidup kita hanya sekali saja mendirikan shalat? Jawabnya jelas tidak cukup, sebuah predikat ketaqwaan tidak akan dicapai hanya dengan satu kali perbuatan baik, maka dengan umur yang kita miliki Allah meminta kita untuk beramal.
Amal  itu akan diukur kontiniutas semangat, ke-Istiqomah-an ikhlas dan kualitas maupun kuantitas, lantas semua kepingan amal itu akan dikumpulkan dalam sebuah wadah, lantas kemudian diakumulasikan untuk melunasi harga mahal dari sebentuk predikat ketaqwaan.
Hari yang berulang, halaqoh ilmu yang jua berulang, memakan makanan yang sama, mengerjakan tugas kerja yang tetap sama. Hendaknya kita rayakan dengan perasaan gembira layaknya Imam Syafi yang senang bila mendapati ia duduk pada majelis yang mengulang lagi ilmu yang pernah ia tela’ah.
Hari boleh berulang, tapi satu hal yang tak boleh berulang, yaitu kualitas diri. Betapa merugi jiwa yang hari ini, ternyata punya kualitas yang sama bahkan berkurang manfaatnya.
Jiwa yang membungkam dari kata lelah, dalam upaya diri tertarbiyah, akan menambah nilai kebermanfaatan dirinya. Tak perduli seberapa berat krisi yang ia hadapi, ia adalah solusi yang telah keluar dari masalah pribadi untuk menyelesaikan masalah orang lain.
Ikhlaslah dalam ibadah yang berulang agar tak menyesal saat nyawa dijemput pulang.


1 komentar:

mawardi mengatakan...

Saya setuju sebab orang akan semakin tahu kekurangan kita jika lama bergaul dengan kita

Tinggalkan Komentar anda ya,

Best viewed on firefox 5+

like

follow me

CAHAYA HATI

Copyright © Design by Dadang Herdiana