Tentang Temanku
“Sebuah cara untuk membentuk persahabatan
diantara teman sekelas adalah mengatakan hal yang baik satu sama lain, katakana
sesuatu yang baik mengenai teman sekelasmu yang ebrdiri di depan, seperti dia
cantik, ganteng atau apapun itu, mudah bukan,?”
“ Untuk pertama kali, giliran Syifa, apa yang
baik dari dirinya?”
“Dia mentraktirku gorengan pisang”
“Dia memberiku ptongan harga di kursus Taekwando”
“Waw, apa aku juga bisa dapat potongan harga?”
Ucap guru.
“Tentu,” jawab Syifa.
“ Tepuk tangan untuk syifa, selanjutnya, Andini,”
Seorang anak dengan rambut berkepang dua maju ke
depan kelas,
“ Hemm… kira-kira apa yang bagus dari Andini?”
Tanya guru sambil melihat Andini dengan senyum
lesung pipitnya yang indah,
“Ayahnya orang yang punya banyak uang, jadi dia
membelikan kami ayam goreng, “ Ucap Annisa dengan jilbab bertelinga kelinci
yang imut.
“ Dia cantik dan baik hati” suara anak lelaki
yang berambut tebal dan lurus itu, diiringi suara ledekan dari para teman-teman
sekelas.
“Habib, apa kamu menyukai Andini, “ ucap guru
dengan nada mengejek.
“Selanjutnya adalah Qonita,”
Semua mata tertuju pada Qonita, menatap penuh
makna, entah itu meremehkan, mengejek atau apapun itu, mereka menolehkan leher
mereka tepat jatuh pada tubuh Qonita,
“Ayo sekarang giliran Qonita, mari kita buat
daftar hal-hal baik dari Qonita,”
Semua anak saling berpandangan, menoleh ke samping,
belakang dan depan, saling menyimpan pernyataan tentang mereka tidak menemukan
satupun kebaikan dari Qonita, karena Qonita bukanlah anak yang tampak menonjol
di kelas itu, ada yang menyilangkan lengan tangannya sebagai isyarat ia tak
menemukan kebaikan dari Qonita, ada juga yang menutup rapat mulut dengan menggelembungkan
pipinya karena tidak mau berkomentar.
“Bagaimana, masa tidak ada?!” ucap guru.
“Bagaimana kalau kita buat daftar buruk tentang
dirinya?”
Mendengar pernytaan Andini, seisi kelas tertawa,
kecuali Syifa, Habib, dan Annisa.
Qonita menunduk sebentar, menghela nafas lalu
menatap seisi ruangan kelas dan berkata,
“ Andini, lah yang setiap pagi selalu rajin
membersihkan papan tulis,”
“ Dan Raisa, memiliki suara yang indah, dia
pernah memenangkan sebuah perlombaan menyanyi lagu melayu tingkat SD se provinsi Kepri.”
“Tania sering meminjamkan pensil kepada teman
yang tidak bawa pensil”
“Valenc, selalu membantu temannya dalam memahami
pelajaran matematika”
“Fariq, seorang anak yang soleh, ia sudah
menghafal jus 30 sejak ia duduk di kelas tiga,”
“ Kamilia, sangat suka menyapu ruangan kelas,
tanpa disuruh dan diminta”
“ Ismail, selalu membantu Ayahnya jualan buah di
pasar, Qonita melihatnya saat berkunjung ke took kue milik nenek”
“Fatir, selalu yang pertama menelesaikan tugas
tulisan dari guru, tulisannya rapid an bersih,”
Guru-pun tersenyum puas, menatap satu persatu
muridnya, yang berubah ekspresi setelah mendengar penuturan jujur dari Qonita,
ia mampu memutar keadaan yang semula ia tersudut oleh kesinisan teman kelasnya
kini ia mampu merubahnya menjadi binar antusias,
****
Ada beberapa pelajaran yang dapat kita simpulkan
dari adegan kelas ini:
Pertama: bahwa diantara cara untuk membuat se
isi kelas serasa keluarga adalah dengan cara memuci satu persatu teman, ini
penting sebagai upaya untuk meningkatkan rasa percaya diri akan penghargaan
keberadaannya yang diperhatikan oleh para teman yang lain.
Kedua yaitu,
terkait tentang pentingnya mengenal latarbelakang seorang teman,
keistimewaan yang menjadi cirri khas teman tersebut.
Ketiga, melatih anak untuk menghargai orang yang
bebicara, sebagai manusia kita diberikan dua telinga, dan satu mulut, diantara
maknanya adalah kita diperintahkan untuk lebih banyak mendengar ketimbang
berbicara.
Murid adalah anak yang butuh perhatian,
kekurangan perhatian baikd alam bentuk ucapan atau gerakan yang mengahpresiasi
perkembangan mereka akan mencari perhatian yang salah diluar, itulah sebabnya
banyak anak sekarang yang lebih nyaman berbicara kepada temannya ketimbang
orangtuanya dirumah


0 komentar:
Tinggalkan Komentar anda ya,