Recent Posts

Senin, 11 Mei 2015

0 komentar

Pada Sepasang Sepatu Usang


https://fatchurr.wordpress.com/2015/02/08/dalam-sepatu-usang

Ba’da tanggal gairahku seolah selesai seluruh hajat hidupku, luruh harapan, degupan jantung kian saling perlahan menjauh, mataharipun tega membicarakan Maluku dilorong-lorong gelap, membangkitkan selera bebatuan untuk berceloteh menaggapinya, bahkan bayanganpun membelot, enggan berada di hadapan.
Setelah tanggal gairahku menanyai khabarmu, mata ini duduk menatap datar pada sepasang sepatu using, mengapa mereka dapat bersatu, padahal mereka benda mati, nikmatkah persebatian mereka? Kiri dan kanan.

Usai tanggal gairahku membayangkan lekuk senyummu, rinduku tak lagi layak bermastautin di hatimu, kupasung saja dalam apeknya sepasang sepatu kulit nan usang, siapa suruh liar, lantas berontak tatkala siuman mendapatikepalanya terikat pada temali sepatu itu.
“ Kau tak layak lagi bersemayam di hatiku, rindu yang jalang, cuiihh!!!”
Setelah tertanggal hasrat jantanku, aku pulang.
Memutilasi rindu yang lebam membiru, potongannya persatu-satu kutinggalkan saja di rentetan jejak sepatu usang,biarlah ia bertakung menggenang, terserah padanya, mau kemana setelah tak lagi bertuan, mau mengadu pada lautkak!?, pada gemintang kah?!, lantak dikaulah,
“ Kita sudah bercerai, tak lagi ada hubung pertalian hasrat”
Jasadku melintasi keramaian manusia, menerabas bebaris hijau ilalang, tertusuk duri tak terasa lagi, rindu tak lagi mampu merengek manja, aku merdeka kiranya,  deretan pohon besar melontarkan Tanya,
“ Kemana maya rindumu tuan”
“Hahahaha, sudah besepai dikunyah  angin timur”
“Oooh, “ Ekspresi yang datar, enggan menaggapi kegalauan.
Masai nan meracau mulut yang diusung jasad tanpa hasrat, menerabas segala anggap; sampai lelah datang menghinggap, menelanku dengan lahap.
TAMAT
Namun “RINDU TAK PERNAH MATI”

0 komentar:

Tinggalkan Komentar anda ya,

Best viewed on firefox 5+

like

follow me

CAHAYA HATI

Copyright © Design by Dadang Herdiana