Pada Sepasang Sepatu Usang
![]() |
| https://fatchurr.wordpress.com/2015/02/08/dalam-sepatu-usang |
Ba’da
tanggal gairahku seolah selesai seluruh hajat hidupku, luruh harapan, degupan
jantung kian saling perlahan menjauh, mataharipun tega membicarakan Maluku dilorong-lorong
gelap, membangkitkan selera bebatuan untuk berceloteh menaggapinya, bahkan
bayanganpun membelot, enggan berada di hadapan.
Setelah
tanggal gairahku menanyai khabarmu, mata ini duduk menatap datar pada sepasang
sepatu using, mengapa mereka dapat bersatu, padahal mereka benda mati,
nikmatkah persebatian mereka? Kiri dan kanan.
Usai tanggal
gairahku membayangkan lekuk senyummu, rinduku tak lagi layak bermastautin di
hatimu, kupasung saja dalam apeknya sepasang sepatu kulit nan usang, siapa
suruh liar, lantas berontak tatkala siuman mendapatikepalanya terikat pada
temali sepatu itu.
“ Kau
tak layak lagi bersemayam di hatiku, rindu yang jalang, cuiihh!!!”
Setelah
tertanggal hasrat jantanku, aku pulang.
Memutilasi
rindu yang lebam membiru, potongannya persatu-satu kutinggalkan saja di
rentetan jejak sepatu usang,biarlah ia bertakung menggenang, terserah padanya,
mau kemana setelah tak lagi bertuan, mau mengadu pada lautkak!?, pada gemintang
kah?!, lantak dikaulah,
“
Kita sudah bercerai, tak lagi ada hubung pertalian hasrat”
Jasadku
melintasi keramaian manusia, menerabas bebaris hijau ilalang, tertusuk duri tak
terasa lagi, rindu tak lagi mampu merengek manja, aku merdeka kiranya, deretan pohon besar melontarkan Tanya,
“
Kemana maya rindumu tuan”
“Hahahaha,
sudah besepai dikunyah angin
timur”
“Oooh,
“ Ekspresi yang datar, enggan menaggapi kegalauan.
Masai
nan meracau mulut yang diusung jasad tanpa hasrat, menerabas segala anggap;
sampai lelah datang menghinggap, menelanku dengan lahap.
TAMAT
Namun
“RINDU TAK PERNAH MATI”



0 komentar:
Tinggalkan Komentar anda ya,