Menuju Pagi, Tak Selamanya Memikul Cemas
Hidup adalah daftar
panjang tentang rentetan penantian, ada penantian yang bernilai dan ada juga
penantian yang sia-sia tak bermakna. Allah telah menitipkan nafas, maka
pertanyaan besarnya adalah, mampukah kita untuk tidak terengah-engah berlari
membawa kebermanfaatan diri menuju destinasi tanpa banyak menjatuhkan kebaikan
itu hingga mencapai garis finis?
Hidup adalah daftar
panjang tentang menunggu, adalah waktu menunggu terasa membosankan bila tak
diisi dengan kebaikan, ialah waktu menunggu terasa ringan bila menunggu
kepastian diisi dengan hal yang positiif.
Menanti adalah pekerjaan yang sering kita
lakukan. Menanti selesai kuliah, menanti panggilan kerja, menanti datangnya
pasangan jiwa, menanti hadirnya penyejuk mata, dan menanti kabar gembira
lainnya.
Tapi ternyata acapkali kita sering terlena,
bahwa disaat kita menanti, ternyata ada perkara pasti yang sedang berlari
menghampiri ruh kita, yakni pemutus segala nikmat dunia, menuju hidup
sesungguhnya, kekal di alam akhirat sana.
Kita tak pernah bisa mengetahui hingga kapan
Allah memberi nafas kehidupan. Bisa jadi sebelum
meraih cita-cita yang kita impikan, Allah menakdirkan kita harus menghentikan
permainan.
Maka sibukkanlah hari kita dengan kegiatan
yang positif. Semoga Allah menempatkan kita pada tingkatan taqwa di dunia dan
akhirat.



0 komentar:
Tinggalkan Komentar anda ya,