Recent Posts

Kamis, 23 Oktober 2014

0 komentar

Harapan Mereka.


Pada suatu saat yang indah, seorang teman bertutur dengan jujur,
"Saya tuh barusan ngobrol sama si Fulan, wajahnya gak ganteng sih, tapi keteduhannya itu lho, sejuk kalau lihat wajahnya, tiap kali jumpa dia tu ya rasanya inget masjid terus, pas ngobrol sama dia ni, rasa nikmatnya tuh di sini (sambil nunjuk jantungnya hehe), tiap kata-katanya tu sederhana saja tapi membuat saya tergerak untuk menjadi lebih baik, dia gak lebay dan sombong, senyumnya tulus, tawanya ikhlas, siapalah yang beruntung dapetin lelaki berakhlak mulia seperti dia, saya cocok gak dengan dia,? hehe secara dizaman sekarang sedikit sekali  pemuda seperti dia" Tutur seorang gadis di salah satu kampus.

"Maksud kamu aku ya?!" Aku balik bertanya dengan nada bercanda.

Hem... kalaulah pemuda itu mendengar pujian melangit tadi, boleh jadi ia terbang melayang tak jejak bumi, tapi boleh jadi itu hanya kata-kta yang ia anggap biasa, karena baginya apalah arti pujian, jika itu tak sesuai kenyataan dalam keseharian yang konstan.

Pernyataan tentang "sedikit sekali pemuda seperti dia" adalah pernyataan yang boleh jadi kurang tepat, di dunia ini banyak sekali orang yang baik lan mensaliihkan dirinya, tapi yang sedikit itu adalah sedikit sekali orang yang berharap akan dapat pasangan yang sesuai ekspektasi tanpa memperbaiki diri, yah jika demikan harapan hanya tinggal harapan tanpa terwujudnya ia jadi kenyataan.

Selayaknya sikap kita adalah memantaskan diri agar mendapat pasangan yang baik, memantaskan diri agar Allah menghadiahkan rezeki yang diharap, memantaskan diri untuk mendapat martabat yang sesuai harap, dan usaha utama kita adalah memantaskan diri untuk bertetangga dengan Rasulullah SAW di surga-Nya.

Semoga kita menjadi orang yang beruntung, ditarik-tarik dengan harapan, lantas memberi nilai tambah dari harapan-harapan itu dengan cara mewujudkannya, tapi betapa merugi mereka yang menelantarkan harapan-harapan mulia dari orang yang mereka sayangi, dalam istilah anak-anak muda sekarang dikenal dengan istilah "PHP" Pemberi harapan palsu. Naudzubillah min zalik. Yuk kita wujudkan harapan orangtua kita, harapan sosial kita, terutama harapan Allah dan Rasulnya.
 "Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri."
(Lukman:18)

0 komentar:

Tinggalkan Komentar anda ya,

Best viewed on firefox 5+

like

follow me

CAHAYA HATI

Copyright © Design by Dadang Herdiana