Ziarah Lagu Gurindam Jiwa
Tuai padi antara masak,
Esok jangan layu-layuan;
Intai kami antara nampak,
Esok jangan rindu-rinduan.
Sesiapakah
gerangan orangnya yang tak familiar dengan lagu ini? Mungkin dia belum merasa
sebagai darah melayu, atau mungkin memang tak pernah mendengarkannya, bukan
mengapa, bagi saya lagu ini memiliki nilai rasa yang tinggi dibanding dengan
lelagu melayu lainnya, sungguh, lagu ini menempati tempatnya yang terkhusus
dalam bilik hati ini.
Lagu
ini beralun merdu, tanpa tersadar kadang tak jarang dua bibir ini bersiul sendu
keseorangan dengan nada-nada kenagannya, sungguh gemerisik mengusik jiwa bagi
seorang bujang diambang petang.
Tak
puas rasanya sebelum saya telisik lebih dalam, siapa gerangan sosok seniman
yang telah terilhami untuk mencipta lirik dan nadanya. Dizaman ini bukan hal
rumit untuk menemukan sosoknya, meskipun hanya dalam bentuk dan gambar sahaja,
tak mengapa, sudah cukup bagi saya untuk mengobati haus akan rasa penasaran.
Setelah
menyimak dari berbagai blog maka Lagu Gurindam Jiwa, dapatlah saya ketahui merupakan
hasil olah jiwa dan fikir yang ditulis oleh Almarhum Hamzah Hussien dan lagunya
dicipta oleh almarhum Tok Wandly Yazid. Lirik syairnya yang begitu merdu-mendayu-dayu
menambah sembab berpilin lembab hati yang memiliki warna dan sentuhan seni yang
serupa.
Tak
kurang pula hebatnya ternyata, lagu ini mengilhami sebuah film dengan tajuk
yang serupa, Gurindam Jiwa diberi nama, dilakonkan oleh dua bintang
film ternama yaitu Seniman Nordin Ahmad dan Seniwati Latifah Omar.
Lagu
dan lirik pantunnya yang indah menyentuh jiwa, tak lekang dilumat zaman tak
lapuk dirayap waktu, tersimpan dalam ingatan para pujangga, tersiulkan dibibir
para pemuda, dielu-elukan dalam berbagai resepsi acara budaya. Tak jarang pula
jadi tembang pamungkas mengisi majelis pernikahan.
Sekiranya
cukuplah syahdu mata dan lembab hati ini mengelu-elukannya, semoga setimpal
menemani dan mengubati hati yang rindu.
Kompang mengalun bertingkah-tingkah,
Pantun dan syair membelai syahdu;
Kuutus rindu, angin kutitah,
Puan kuharap kasih berpadu.
Kalau Puan pergi kehulu,
Carikan saya seekor ikan;
Kalau ucap menyayat pilu,
Tegurkan saya jangan biarkan.



0 komentar:
Tinggalkan Komentar anda ya,