Recent Posts

Minggu, 26 Oktober 2014

0 komentar

Ziarah Lagu Gurindam Jiwa



 
foto diambil dari : http://filemklasikmalaysia.blogspot.com
Tuai padi antara masak,
Esok jangan layu-layuan;
Intai kami antara nampak,
Esok jangan rindu-rinduan.

Sesiapakah gerangan orangnya yang tak familiar dengan lagu ini? Mungkin dia belum merasa sebagai darah melayu, atau mungkin memang tak pernah mendengarkannya, bukan mengapa, bagi saya lagu ini memiliki nilai rasa yang tinggi dibanding dengan lelagu melayu lainnya, sungguh, lagu ini menempati tempatnya yang terkhusus dalam bilik hati ini.

Lagu ini beralun merdu, tanpa tersadar kadang tak jarang dua bibir ini bersiul sendu keseorangan dengan nada-nada kenagannya, sungguh gemerisik mengusik jiwa bagi seorang bujang diambang petang.
Tak puas rasanya sebelum saya telisik lebih dalam, siapa gerangan sosok seniman yang telah terilhami untuk mencipta lirik dan nadanya. Dizaman ini bukan hal rumit untuk menemukan sosoknya, meskipun hanya dalam bentuk dan gambar sahaja, tak mengapa, sudah cukup bagi saya untuk mengobati haus akan rasa penasaran.
Setelah menyimak dari berbagai blog maka Lagu Gurindam Jiwa, dapatlah saya ketahui merupakan hasil olah jiwa dan fikir yang ditulis oleh Almarhum Hamzah Hussien dan lagunya dicipta oleh almarhum Tok Wandly Yazid. Lirik syairnya yang begitu merdu-mendayu-dayu menambah sembab berpilin lembab hati yang memiliki warna dan sentuhan seni yang serupa.
Tak kurang pula hebatnya ternyata, lagu ini mengilhami sebuah film dengan tajuk yang serupa, Gurindam Jiwa diberi nama, dilakonkan oleh dua bintang film ternama yaitu Seniman Nordin Ahmad dan Seniwati Latifah Omar.
Lagu dan lirik pantunnya yang indah menyentuh jiwa, tak lekang dilumat zaman tak lapuk dirayap waktu, tersimpan dalam ingatan para pujangga, tersiulkan dibibir para pemuda, dielu-elukan dalam berbagai resepsi acara budaya. Tak jarang pula jadi tembang pamungkas mengisi majelis pernikahan.
Sekiranya cukuplah syahdu mata dan lembab hati ini mengelu-elukannya, semoga setimpal menemani dan mengubati hati yang rindu.

Kompang mengalun bertingkah-tingkah,
Pantun dan syair membelai syahdu;
Kuutus rindu, angin  kutitah,
Puan kuharap kasih berpadu.

Kalau Puan pergi kehulu,
Carikan saya seekor ikan;
Kalau ucap menyayat pilu,
Tegurkan saya jangan biarkan.

0 komentar:

Tinggalkan Komentar anda ya,

Best viewed on firefox 5+

like

follow me

CAHAYA HATI

Copyright © Design by Dadang Herdiana