Recent Posts

Kamis, 09 Oktober 2014

2 komentar

Anak Bawang




“Tak diperhitungkan, tapi sesekali bisa bikin kejutan”

Sekarang gilirannya; seorang anak yang memilki dua gigi kelinci besar di gusi atasnya, putih wajahnya seperti anak Tionghoa, sempat terselip rasa ragu memanggil namanya, sebab ada trauma ringan tentang betapa cueknya dia ketika tahapan #Tumbuhkan membuka awal pelajaran dimulai, walaupun begitu adanya, yang namanya giliran yam mau tak mau  harus dipanggil juga.
“Masnanda...! kemari nak,”
Alis mata kananku mengernyit ke atas, “Tumben,” lirih batinku.
Anak ini, tersenyum padaku memamerkan dua biji gigi kelincinya, menggeliat ke kanan dan kiri, ambil ancang-ancang dan bertakbir memulai praktek ibadah sholat.
Tahap demi tahapan praktek ibadah ia lalu, anak sekecil ini sudah cukup bagus hafalan sholatnya, mulai dari doa iftitah, al-fatiha, surat pendek, ruku, I’tidal, sujud, duduk diantara dua sujud, terakhir duduk tasyahud akhir, nyaris sempurna! Hafalan Sholat Masnanda!
Tak kusangka sejak awal, ternyata cukup kuat hafalannya, walau hanya mendengarkan saja ditiap awal membuka pagi di kelas, anak seperti ini tergolong pada jenis anak Auditori, ia memiliki daya rekam pendengaran yang bagus, dia cukup mendengarkan sesekali untuk bisa menghafalkan target-target hafalan jus amma dan hafalan bacaan sholat.
Terkenanglah masa kecilku, kelas 4 SD itu saja aku belum hafal bacaan sholat sedikitpun tak pernah kuhafal, bahkan gerakan sholat saja aku tak hafal, apalagi jumlah rakaan dalam tiap sholat, aku juga sering keliru, tapi mas Nanda yang baru kelas dua yang sejak awal bertemu dengannya sering tergambar sebagai “Anak Bawang” eh malah tadi memberikan kepadaku suatu pengingat akan sejarah perjalananku dalam mengamalkan sholat lima waktu, pengalaman kecilku yang ternyata tak lebih bai darinya, dari Masnanda aku belajar, tentang nilai akhir dari sebuah proses, bahwa selama proses situ berlangsung, maka selama itu pula baik dan buruk tak bisa menjadi penilain final dari prosesnya berkembang, ia akan terus belajar menjadi makin baik atau bertambah buruk, nilai akhir itu hanya Allah yang berhak memutuskan, karena dialah sebijak-bijak hakim yang ada, dialah yang berhak memberikan nilai akhir, memberikan vonis surga atau neraka, manusia yang baik adalah guru, yang mendoakan selalu untuk husnul khotimah dari prosesnya belajar mengajar, dan tak luput pula ia menyelipkan anam muridnya untuk menjadi lebih baik dari dirinya dan mendapatkan predikat terbaik disisi Allah.
Sering dibeberapa kesempatan tema yang senada, aku selipkan pesan tentang nilai terbaik,
“Nilai terbaik bukanlah angka 100 yang tertulis di rapor dan buku teman-teman, nilai terbaik bukanlah berapa banyaknya teman-teman mendapatkan bintang dari para Ustadz, tapi ketahuilah! Bahwa nilai terbaik itu adalah kejujuran; jujur mengerjakan soal, mendapatkan nilai dengan cara yang jujur, dan ketulusan mengerjakan apa yang Ustadz/Ustadzah minta, hanya Allah yang maha Indah yang sanggup memberikan hadiah kepada anak-anak yang jujur dan tulus, jadi sang juara itu adalah mereka para murid yang jujur dan tulus menjalani tugas-tugas mereka sebagai penuntut ilmu.
Betapa banyak orang yang sholeh ahli ibadah berakhir dengan sad andding, tapi tak jarang pula ada yang yang ahli maksiat hingga di penghujung hayatnya ia mampu mengarahkan kemudinya untuk berlabuh ke pulau keridhaan Allah SWT.
Semoga perjalanan setiap kita sebagai para murid, berakhir dengan happy andding, husnul khotimah, dan keridhoan Allah SWT:


(Ya Allah) Tuhan Pencipta langit dan bumi. Engkaulah Pelindungku di dunia dan di akhirat. Wafatkanlah aku dalam keadaan Islam dan gabungkanlah aku dengan golongan orang-orang yang saleh. (QS. Yusuf [12]: 101)

فَاطِرَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ أَنْتَ وَلِيِّي فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ تَوَفَّنِي مُسْلِمًا وَأَلْحِقْنِي بِالصَّالِحِينَ
(Ya Allah) Tuhan Pencipta langit dan bumi. Engkaulah Pelindungku di dunia dan di akhirat. Wafatkanlah aku dalam keadaan Islam dan gabungkanlah aku dengan golongan orang-orang yang saleh. (QS. Yusuf [12]: 101)
- See more at: http://www.arrahmah.com/read/2012/08/10/22306-doa-agar-dikaruniai-husnul-khatimah.html#sthash.dJonQeCP.dpuf



فَاطِرَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ أَنْتَ وَلِيِّي فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ تَوَفَّنِي مُسْلِمًا وَأَلْحِقْنِي بِالصَّالِحِينَ
(Ya Allah) Tuhan Pencipta langit dan bumi. Engkaulah Pelindungku di dunia dan di akhirat. Wafatkanlah aku dalam keadaan Islam dan gabungkanlah aku dengan golongan orang-orang yang saleh. (QS. Yusuf [12]: 101)
- See more at: http://www.arrahmah.com/read/2012/08/10/22306-doa-agar-dikaruniai-husnul-khatimah.html#sthash.dJonQeCP.dpuf

Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan”. (QS Ali Imran [3] : 185)

2 komentar:

Ruziana mengatakan...

nice artikel...perdana berkunjung nih :)

Unknown mengatakan...

makasih buk ana, kritk dan sarannya yang membangun, biar makin kece..

Tinggalkan Komentar anda ya,

Best viewed on firefox 5+

like

follow me

CAHAYA HATI

Copyright © Design by Dadang Herdiana