Recent Posts

Kamis, 09 Oktober 2014

0 komentar

Berkunjung lagi ke Al-Madinah




Siang yang sempurna!, terasa ringan di tengah berkecamuknya benang-benag kusut kehidupan, kesempatan kemarin kuhantarkan jasad ini menuju destinasi yang pernah mengukir senyum dalam kenangannya, SDIT Al-Madinah.
Dalam lautan Coklat muda dan bawahan coklat tua, berkacu di dada bertunas kelapa, aku menyeruak masuk kembali menyelami kedalaman ceria mereka, para siswa sedang baris-berbaris bersama kakak Pembina pramuka, ada satu kelompok yang bubar dari komando kaka Pembina, segera berhambur tatkala jasad dan ruhku benar-benar utuh di hadapan penglihatan mereka, berebut menggamit punggung tangan kananku, disertai teriakan kangen, sedih, rindu, rentetan pertanyaan juga tumpah ruah jadi satu dalam ingatan terindah mereka dulu bersamaku.
“ Dah lama tak jumpa bapak, bapak kemana aja?” Tanya mereka dengan wajah polos.
“ Bapak ngajar di mana sekarang?”
“Pak ngajar lagi lah di Al-Madinah”
Semua pertanyaan yang bernada sesal, rindu dendam dari wajah-wajah tak berdosa yang kukenal betul, sayang nama-nama mereka kabur dalam ingatan.
“ Ini siapa ya… ish….” Kumulai mengembalikan memori menebak-nebak nama mereka, memang dasar payah, inilah salah satu kelemahanku sulit menghafalkan nama.
“ Heyyy.. bapak ni, jahat lho, tak kenal lagi dengan saya..” keluh salah seorang dari mereka.
“Ini Inoy pak” Jawab seorang anak lelaki yang begitu antusias menghampiriku.
 “Hohoho.. iya aduh.. maaf bapak benar-benar lupa”
Kuhamburkan mataku pasa seorang gadis kecil imut, yang selalu menyita perhatianku, bibirnya dan kata-katanya yang begitu polos membuat aku tak bisa melupakan manjanya, antusianya,
“Ini Ayami kan!?”
“Iya pak, tapi itu-kan nama lucu dari bapak, nama asli saya masih ingat tak pak?
“hahaha, bapak lupa lagi nih, aduh!!!” Jawabku dengan wajah menyesal.
“Saya Andini pak, kesayangan bapak!” Jawabnya lancar, dengan bibir mungil yang indah itu, aku selalu rindu.
Beberapa siswa yang melihatku dari lantai dua dan tiga melambai-lambaikan tangan, berteriak memanggil namaku,
“Pak rere…”
“Wah mereka makin cantik-cantik, manis-manis,” batinku.
Bersambung….


0 komentar:

Tinggalkan Komentar anda ya,

Best viewed on firefox 5+

like

follow me

CAHAYA HATI

Copyright © Design by Dadang Herdiana