Berkunjung lagi ke Al-Madinah
Siang
yang sempurna!, terasa ringan di tengah berkecamuknya benang-benag kusut
kehidupan, kesempatan kemarin kuhantarkan jasad ini menuju destinasi yang
pernah mengukir senyum dalam kenangannya, SDIT Al-Madinah.
Dalam
lautan Coklat muda dan bawahan coklat tua, berkacu di dada bertunas kelapa, aku
menyeruak masuk kembali menyelami kedalaman ceria mereka, para siswa sedang
baris-berbaris bersama kakak Pembina pramuka, ada satu kelompok yang bubar dari
komando kaka Pembina, segera berhambur tatkala jasad dan ruhku benar-benar utuh
di hadapan penglihatan mereka, berebut menggamit punggung tangan kananku,
disertai teriakan kangen, sedih, rindu, rentetan pertanyaan juga tumpah ruah
jadi satu dalam ingatan terindah mereka dulu bersamaku.
“ Dah lama tak jumpa bapak,
bapak kemana aja?” Tanya mereka dengan wajah polos.
“ Bapak ngajar di mana
sekarang?”
“Pak ngajar lagi lah di
Al-Madinah”
Semua pertanyaan yang bernada
sesal, rindu dendam dari wajah-wajah tak berdosa yang kukenal betul, sayang
nama-nama mereka kabur dalam ingatan.
“ Ini siapa ya… ish….”
Kumulai mengembalikan memori menebak-nebak nama mereka, memang dasar payah,
inilah salah satu kelemahanku sulit menghafalkan nama.
“ Heyyy.. bapak ni, jahat
lho, tak kenal lagi dengan saya..” keluh salah seorang dari mereka.
“Ini Inoy pak” Jawab seorang
anak lelaki yang begitu antusias menghampiriku.
“Hohoho.. iya aduh.. maaf bapak benar-benar
lupa”
Kuhamburkan mataku pasa
seorang gadis kecil imut, yang selalu menyita perhatianku, bibirnya dan kata-katanya
yang begitu polos membuat aku tak bisa melupakan manjanya, antusianya,
“Ini Ayami kan!?”
“Iya pak, tapi itu-kan nama lucu
dari bapak, nama asli saya masih ingat tak pak?
“hahaha, bapak lupa lagi
nih, aduh!!!” Jawabku dengan wajah menyesal.
“Saya Andini pak, kesayangan
bapak!” Jawabnya lancar, dengan bibir mungil yang indah itu, aku selalu rindu.
Beberapa siswa yang
melihatku dari lantai dua dan tiga melambai-lambaikan tangan, berteriak
memanggil namaku,
“Pak rere…”
“Wah mereka makin cantik-cantik,
manis-manis,” batinku.
Bersambung….


0 komentar:
Tinggalkan Komentar anda ya,