Jejak nan Rapuh
Enggan merelakan,
Jejak nan rapuh tertinggal di belakang.
Hatimu gemuruh mengekangnya ,
dalam penjara pengakuan.
Ratap kehampaan hanya akan hadir,
tersebab kau pernah mempersilahkannya
bertandang.
Kau berusaha tuk melerainya,
biarkan
ia meronta,
walau sejatinya,
kau membalikkan wajah,
menyeka sembab air mata.
Ratap kehampaan hanya akan hadir,
tersebab kau pernah mempersilahkannya
bertandang.
(Untuk sebuah moment kesempatan berharga, ia
tak kan kembali sejelita pagi, seelok mekaran bunga, waktu takkan mampu mundur,
walau sedetik, walau...)


0 komentar:
Tinggalkan Komentar anda ya,