Recent Posts

Jumat, 03 Oktober 2014

1 komentar

Tentang Emak


Emak adalah Istri Bapak dan Ibu dari dua orang bujangnya, kalau di rumah Emak adalah seorang CEO, dia mengorganisir hampir setiap sudut rumah tangganya, sungguh hampir #perfectionis, dan dia menentukan mana yang harus dibereskan, kalau pagi-pagi emak sudah lantang bagi-bagi tugas, kepada 3 lelakinya yang ada di dalam rumah cahaya ini, "Bapak besok bantu Mak di kedai angkat belanjaan dan antar emak ke pasar, Mas Yen lap kaca jendela dan sapu bersih lantai rumah dipel sekalian, kalau adek sapu latar kae yo, (sapu halaman luar maskudnya hehehe) dan cuci piring yang kotor, kami 3 komplotan lelaki dalam rumah ini kadang tak tahu harus buat apa di rumah, karena itulah emak yang selalu bagi-bagi job,:D , tapi gahwatnya 2 bujangnya dan 1 pangerannya ini untuk mengerjakan hal-hal itu sering nunggu emak sampai pada level merepet, kalau seudah begini kami akan bangun seperti handuk basah, melaksanakennya dengan separuh aku, (*maskudnya separuh hati), dan tentunya dari kerjaan yang dilakukan separuh hasilnya tidak akan maskimal, piring yang dicuci bersihnya cuma sebelah, ruang tamu yang disapu debunya disisain sebelah juga, kalau bapak sudah pasti siap siaga dia yang cukup diandalkan, ciyeeee bapak... ciyeee.. sadaaaapp, eak sadaaaap,! (serbu gelitikin bapak ^_^). lantas yang selanjutnya terjadi adalah, level merepet emak bertambah tinggi satu oktaf lagi "Kalau nyapu dan nyuci dan ngelap jendelanya seperti ini, mendingan mak sendiri yang ngerjain" dan 2 bujang ini merasa tak enak perut, mules dan rebutan ke wc (ngumpet). untuk sementara saya simpulkan bahwa motivasi emak dalam menjadi CEO rumah tangga begitu hebat dan sempurna, dan kami 3 lelakinya tak mampu mengimbangi itu, kami tak memilki radar yang sama tinggi dengannya untuk menangkap sinyal pesan keinginannya yang sempurna itu. sehingga dua kubu di dalam rumah ini sering tidak stu frekuensi dalam memahami dan menjalankan job deskription, sehingga emak over lapping menuntaskan semua instruksinyayang kami kerjakan dengan "separuh aku," Betapa kusadari, tingkat kesetresan yang emak rasakan, tapi aku tak bisa turut merasakan apa yang emak rasakan, mungkin karena sistem kerja otak lelaki dan wanita yang berbeda, inilah stressing keluarga zaman sekarang, Emak belum mengerti mengapa tiga lelakinya tidak memilki motivasi yang sama untuk berbagi tanggung jawab di dalam rumah tangga dan kutahu emak merasa kesal dengan semua itu.

1 komentar:

Unknown mengatakan...

insya Allah menjadi penulis buku selanjutnya. :)

Tinggalkan Komentar anda ya,

Best viewed on firefox 5+

like

follow me

CAHAYA HATI

Copyright © Design by Dadang Herdiana