Tentang Emak
Emak adalah Istri Bapak dan Ibu dari dua orang bujangnya,
kalau di rumah Emak adalah seorang CEO, dia mengorganisir hampir setiap sudut
rumah tangganya, sungguh hampir #perfectionis,
dan dia menentukan mana yang harus dibereskan, kalau pagi-pagi emak sudah
lantang bagi-bagi tugas, kepada 3 lelakinya yang ada di dalam rumah cahaya ini,
"Bapak besok bantu Mak di kedai angkat belanjaan dan antar emak ke pasar, Mas Yen lap kaca
jendela dan sapu bersih lantai rumah dipel sekalian, kalau adek sapu latar kae
yo, (sapu halaman luar maskudnya hehehe) dan cuci piring yang kotor, kami 3
komplotan lelaki dalam rumah ini kadang tak tahu harus buat apa di rumah,
karena itulah emak yang selalu bagi-bagi job,:D , tapi gahwatnya 2 bujangnya
dan 1 pangerannya ini untuk mengerjakan hal-hal itu sering nunggu emak sampai
pada level merepet, kalau seudah begini kami akan bangun seperti handuk basah,
melaksanakennya dengan separuh aku, (*maskudnya separuh hati), dan tentunya
dari kerjaan yang dilakukan separuh hasilnya tidak akan maskimal, piring yang
dicuci bersihnya cuma sebelah, ruang tamu yang disapu debunya disisain sebelah
juga, kalau bapak sudah pasti siap siaga dia yang cukup diandalkan, ciyeeee
bapak... ciyeee.. sadaaaapp, eak sadaaaap,! (serbu gelitikin bapak ^_^). lantas
yang selanjutnya terjadi adalah, level merepet emak bertambah tinggi satu oktaf
lagi "Kalau nyapu dan nyuci dan ngelap jendelanya seperti ini, mendingan
mak sendiri yang ngerjain" dan 2 bujang ini merasa tak enak perut, mules
dan rebutan ke wc (ngumpet). untuk sementara saya simpulkan bahwa motivasi emak
dalam menjadi CEO rumah tangga begitu hebat dan sempurna, dan kami 3 lelakinya
tak mampu mengimbangi itu, kami tak memilki radar yang sama tinggi dengannya
untuk menangkap sinyal pesan keinginannya yang sempurna itu. sehingga dua kubu
di dalam rumah ini sering tidak stu frekuensi dalam memahami dan menjalankan
job deskription, sehingga emak over lapping menuntaskan semua instruksinyayang
kami kerjakan dengan "separuh aku," Betapa kusadari, tingkat
kesetresan yang emak rasakan, tapi aku tak bisa turut merasakan apa yang emak
rasakan, mungkin karena sistem kerja otak lelaki dan wanita yang berbeda,
inilah stressing keluarga zaman sekarang, Emak belum mengerti mengapa tiga
lelakinya tidak memilki motivasi yang sama untuk berbagi tanggung jawab di
dalam rumah tangga dan kutahu emak merasa kesal dengan semua itu.


1 komentar:
insya Allah menjadi penulis buku selanjutnya. :)
Tinggalkan Komentar anda ya,