Recent Posts

Kamis, 15 Januari 2015

0 komentar

Kamu



Tatkala gelap bertandang di kamar sempit ini, kusematkan niatku di langit-langitnya, untuk melebur namamu, dalam lumuran kata puisiku, dalam singkatnya kesempatanku, dalam setiap lembar sadarku, dan yang kudapati setakat buaian samudera, bersampan tanpa kiyau mengapung terombang-ambing, lemas dipelasah resah.

Fatwa pujangga dan gurindam jiwamu, hanya menuntunku pada istana cinta yang merapal rapuh, serupa sayatan sendu di hujung sitar, namamu indah tak kuasa kugapai.
Pada hela nafas zaman yang semaput. Ramai manusia mengepung embun pagi,  untuk kemudian diboyong ke ruang-ruang kerja, tercatat nama dan jam kehadiran mereka, mengumpulkan embun  yang di hirup sebulan sekali. Di antara mereka kau yang paling menyerla, “Hadapi saja” kau pun berlalu, melewati target, menyelesaikan tugas, hingga kantukmu semena-mena menghianati matamu. semua gerak katamu, yang tak kau rahasiakan, selalu hadir dalam genangan embun jantanku,  menuju subuh yang tajam gigilkan tiap persendian.
Banyak kataku yang kau baca, tapi sulit terpahami, setiap gerak hatiku, itu yang kau yakini, hanya untukmu.

0 komentar:

Tinggalkan Komentar anda ya,

Best viewed on firefox 5+

like

follow me

CAHAYA HATI

Copyright © Design by Dadang Herdiana