Atau
Sekilas
tampaknya inilah akhir bahagia sebuah cerita,
ternyata lesap bila kau dekap.
Lantas terbersit ini kan jadi
sejarah,
buktinya tersinggahi tapi tak
pernah tercatat dalam prasasti,
mudah saja, ini boleh kau sebut
dengan perjumpaan,
mudah memang, kau boleh katakan
ini selamat tinggal,
bagaikan debu, kau takkan
pernah jujur mendapatkanku,
tersebab akulah sang Atau.
Aku sungguh bukan destinasi, tak
perlu berfikir keras untuk mampir sekedar bilang permisi.
Dirimu akan kubawa ke istana
bahagia
tenang saja, aku sang Atau
setakat pemandu wisata
setelah sampai, terus saja
berlalu, dan jangan menoleh lagi ke belakang.
(Sangat bahagia
berjuang menunggumu, memastikanmu bahagia, dengan yang layak membahagiakanmu,
sewindukah, seribu windukah, demikianlah sumpahku, aku lebih mendahulukan
bahagiamu, ini bukan lagi soal layak tidaknya menurut Islam, tapi ini
tentang... #tigaTitikTerakhirUntukmu)



0 komentar:
Tinggalkan Komentar anda ya,