Rindu kembali
Sekarang ini aku berada pada identitas yang empat tahun dahulu sangat aku harapkan, sarjana. Bagi sebagian orang identitas strata pendidikan ini begitu penting, bahkan boleh dikatakan tak sepenting dengan ilmu yang seharusnya melekat pada kemampuan kognitif juga moral kepedulian terhadap sekitar.
seiring berjalannya waktu, aku melihat lagi kebelakang tentang betapa mengebunya aku saat ini, menuntaskan indentitas pendidikan ini, sakit dan sedih tak jarang mampir untuk sekedar numpang tidur di kos-kosanku yang kecil. Sumpek jan! hehehe selain itu, tak jarang juga sering ngutang di warung padang langganan, dan ngutang-ngutang keperluan lainnya. Ngomong-ngomong tentang suka duka di perjalanan kuliah, tentunya ada yang lebih menderita dari yang aku rasakan.
Hampir enam bulan juga telah kulalui nikmat kehidupan setelah selesai s1, nikmat yang sering kali ditanyakan adik-adik tingkat " Kak rure,! gimana rasanya setelah tamat s1? doain kita ya biar cepet nyusul!" ungkap mereka dengan nada penuh harap, sambil pasang muka cute adik-adik tingkat. Aku tak mampu menjawabnya wai! sekian lama aku fikirkan rasanya gimana, maka hari ini aku putuskan, ada tiga perasaan yang mendominasi ruang rasaku, ceilah...
Rasa yang pertama, tentunya bahagia, setelah empat tahun berjibaku dengan literatur dan buku, dari mulai pindah-pindah kos sampai beratnya ngafalin kosa-kata bahasa arab, tentunya semua itu menjadi alasan yang cukup pantas untuk membuatku bahagia dan bersyukur atas nikmat ini.
Rasa kedua adalah kebalikan dari kata bahagia, sedih guys! apa sebab? sebabnya aku akan menghadapi dunia baru, dunia karir, dunia kerja, dan memantaskan diri untuk menjadi identitas-identitas baru, yang akan mengubah beberapa identitas minimal di dalam KTP, yang semula berkerja sebagai pelajar, kini menjadi guru, yang semula belum menikah, ehmmm... menjadi sangat ingin menikah.. hehehe...:D :D.
Rasa yang ketiga adalah rasa rindu, rindu untuk kembali muda turun ke jalan berorasi, kembali lugu dibawa kajian kemana-mana sama kakak tingkat di kampus, kembali lusuh karena jarang mandi karena jarang nyuci baju juga,, kembali berdebu duduk di bangku angkot Pekanbaru, kembali kumpul aktif bersama teman-teman di organisasi kampus untuk syuro, dan segala rindu itu, kini akan selalu hadir di sudut senjaku sebagai bayangan yang sering kita simpulkan dengan kata "kenangan", tatkala aku mengayuh sepeda melalui sore pulang ke rumah, rindu yang kuusung di tengah gemuruh mobil-mobil yang juga membawa buncahan rindu pemiliknya, rindu seorang ayah yang akan disambut riang oleh anaknya, rindu seorang istri untuk membersamai suami, memasakkan makanan kesukaan anak mereka, semua rindu itu, umpama, amunisi semangat untuk berhati-hati di jalan senja pulang kerja, atau malah membawa celaka karena terlalu tergesa.
Tentang rindu pula, biasanya akan menghadirkan sebentuk pelangi senyuman, atau sebaliknya malah menghadirkan air mata penyesalan, yakin diantara rasa itu, kita adalah orang yang triliunan juta kali (beuh ini gimana cara ngitungnya) berada entah-berantah di posisi yang keberapa merasakan kerinduan itu.
Tentang rindu, rasanya penyesalan adalah rasa terdalam yang hadir menyayat-nyayat perasaan manusia baik yang masih hidup ataupun yang percaya kalau mati pun manusia masih memiliki daya untuk merasakan sakitnya siksa akibat kesalahan di masa lampau, beuh!
terkait rasa penyesalan, sepertinya dalam Al-Qur'an ada yang senada terkait dengan rasa sesal ini, sebentar, tak cari ayatnya dulu dalam Al-Qur'an, (setelah mencari beberapa menit) ini ayatnya:
“Dan, jika Sekiranya kamu melihat mereka ketika
orang-orang yang berdosa itu menundukkan kepalanya di hadapan Tuhannya, (mereka
berkata): "Ya Tuhan Kami, Kami telah melihat dan mendengar, Maka
kembalikanlah Kami (ke dunia), Kami akan mengerjakan amal saleh, Sesungguhnya
Kami adalah orang-orang yang yakin." [as-Sajdah/32:12]
Ngeri wai! Allah jauh-jauh hari telah pun sudah, menghimbau tentang penyesalan mereka, setelah semua rekaman kejadian kejahatan itu diputar kembali mereka merengek, minta kembali ke dunia untuk beramal sunguh-sunguh, tapi dah lambat sudah. waktu tak mungkin terulang kembali.
"Dan (ingatlah) hari (ketika itu) orang yang dhalim
menggigit dua tangannya, seraya berkata, “Aduhai kiranya (dulu) aku mengambil jalan
bersama-sama Rasul. (27)
Kecelakaan besarlah
bagiku, kiranya
aku (dulu)
tidak menjadikan
si fulan
itu teman
akrab(ku). (28)" (Al-Furqan: 27-28)
حَتّى اِذَا جَاءَ اَحَدَهُمُ اْلمَوْتُ قَالَ رَبّ ارْجِعُوْنِ(99) لَعَلّيْ اَعْمَلُ صَالِحًا فِيْمَا تَرَكْتُ، كَلاَّ اِنَّهَا كَلِمَةٌ هُوَ قَائِلُهَا، وَ مِنْ وَّرَائِهِمْ
بَرْزَخٌ اِلى يَوْمِ يُبْعَثُوْنَ(100) المؤمنون:99-100
(Demikianlah keadaan orang-orang kafir itu), hingga apabila datang kematian kepada seseorang dari mereka, dia berkata, “Ya Tuhanku kembalikanlah aku (ke dunia),
(99)
agar
aku berbuat amal yang saleh terhadap yang telah aku tinggalkan”. Sekali-kali tidak. Sesungguhnya itu adalah perkataan yang diucapkannya saja. Dan di hadapan mereka ada dinding sampai hari mereka dibangkitkan (100)
[QS.
Al-Mu’minuun : 99-100]
قَالُوْا رَبَّنَا غَلَبَتْ عَلَيْنَا شِقْوَتُنَا وَ كُنَّا قَوْمًا
ضَالّيْنَ(106) رَبَّنَا اَخْرِجْنَا مِنْهَا فَاِنْ
عُدْنَا فَاِنَّا ظَالِمُوْنَ(107) قَالَ اخْسَئُوْا فِيْهَا وَ لاَ تُكَلّمُوْنِ(108) المؤمنون:106-108
Mereka
berkata, “Ya Tuhan kami, kami telah dikuasai oleh kejahatan kami, dan adalah kami orang-orang yang sesat. (106)
Ya
Tuhan kami, keluarkanlah kami daripadanya (dan kembalikanlah kami ke dunia), maka jika kami kembali (juga kepada kekafiran), sesungguhnya kami adalah orang-orang yang dhalim”.
(107)
Allah
berfirman, “Tinggallah dengan hina di dalamnya, dan janganlah kamu berbicara dengan Aku”. (108) [QS.
Al-Mu’minuun : 106-108]
وَ لَوْ تَرى اِذْ وُقِفُوْا عَلَى النَّارِ
فَقَالُوْا يلَيْتَنَا نُرَدُّ وَ لاَ نُكَذّبَ
بِايتِ رَبّنَا وَ نَكُوْنَ مِنَ اْلمُؤْمِنِيْنَ(27) بَلْ بَدَا لَهُمْ مَّا كَانُوْا يُخْفُوْنَ مِنْ قَبْلُ، وَ لَوْ
رُدُّوْا لَعَادُوْا لِمَا نُهُوْا عَنْهُ، وَ اِنَّهُمْ لَكذِبُوْنَ(28) وَ قَالُوْآ اِنْ
هِيَ اِلاَّ حَيَاتُنَا الدُّنْيَا وَ مَا نَحْنُ
بِمَبْعُوْثِيْنَ(29) الانعام : 27-29
Dan
jika kamu (Muhammad) melihat ketika mereka dihadapkan ke neraka, lalu mereka berkata, “Kiranya kami dikembalikan (ke dunia) dan tidak mendustakan ayat-ayat Tuhan kami, serta menjadi orang-orang yang beriman”, (tentulah kamu melihat suatu peristiwa yang mengharukan).
(27)
Tetapi
(sebenarnya) telah nyata bagi mereka kejahatan yang mereka dahulu selalu menyembunyikannya.
Sekiranya mereka dikembalikan ke dunia, tentulah mereka kembali kepada apa yang mereka telah dilarang mengerjakannya. Dan sesungguhnya mereka itu adalah pendusta-pendusta belaka.
(28)
Dan
tentu mereka akan mengatakan (pula), “Hidup hanyalah kehidupan kita di dunia saja, dan kita sekali-kali tidak akan dibangkitkan”.
(29)
[QS. Al-An’aam : 27-29]
وَ لَوْ تَرى اِذْ وُقِفُوْا عَلى رَبّهِمْ،
قَالَ اَلَيْسَ هذَا بِاْلحَقّ، قَالُوْا بَلى وَ
رَبّنَا، قَالَ فَذُوْقُوا اْلعَذَابَ بِمَا كُنْتُمْ تَكْفُرُوْنَ(30) قَدْ خَسِرَ الَّذِيْنَ كَذَّبُوْا بِلِقَآءِ اللهِ حَتَّى اِذَا جَآءَتْهُمُ السَّاعَةُ بَغْتَةً قَالُوْا يحَسْرَتَنَا عَلى مَا فَرَّطْنَا فِيْهَا وَ هُمْ
يَحْمِلُوْنَ اَوْزَارَهُمْ عَلى ظُهُوْرِهِمْ، اَلاَ سَآءَ مَا
يَزِرُوْنَ(31) وَ مَا اْلحَيوةُ الدُّنْيَا اِلاَّ لَعِبٌ وَّ لَهْوٌ، وَ لَلدَّارُ اْلاخِرَةُ خَيْرٌ لّلَّذِيْنَ يَتَّقُوْنَ، اَفَلاَ تَعْقِلُوْنَ(32) الانعام:30-32
Dan
seandainya kamu melihat ketika mereka dihadapkan kepada Tuhannya (tentulah kamu melihat peristiwa yang mengharukan).
Berfirman Allah, “Bukankah
(kebangkitan) ini benar ?”.
Mereka menjawab, “Sungguh benar, demi Tuhan kami”. Allah SWT berfirman, “Karena itu rasakanlah adzab ini, disebabkan kamu mengingkari(nya)”. (30)
Sungguh
telah rugilah orang-orang yang mendustakan pertemuan mereka dengan Tuhan; sehingga apabila kiamat datang kepada mereka dengan tiba-tiba, mereka berkata, “Alangkah besarnya penyesalan kami terhadap kelalaian kami tentang qiyamat itu !”, sambil mereka memikul dosa-dosa di atas punggungnya. Ingatlah, amatlah buruk apa yang mereka pikul itu. (31)
Dan
tiadalah kehidupan dunia ini, selain dari main-main dan senda gurau belaka. Dan sungguh kampung akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertaqwa.
Maka tidakkah kamu memahaminya ?.
(32)
[QS. Al-An’aam : 30-32]
هَلْ يَنْظُرُوْنَ اِلاَّ تَأْوِيْلَه،
يَوْمَ يَأْتِيْ تَأْوِيْلُه يَقُوْلُ الَّذِيْنَ نَسُوْهُ مِنْ قَبْلُ قَدْ جَآءَتْ رُسُلُ رَبّنَا بِاْلحَقّ، فَهَلْ لَّنَا مِنْ شُفَعَآءَ فَيَشْفَعُوْا لَنَا اَوْ
نُرَدُّ فَنَعْمَلَ غَيْرَ الَّذِيْ كُنَّا نَعْمَلُ، قَدْ خَسِرُوْآ اَنْفُسَهُمْ وَ ضَلَّ
عَنْهُمْ مَّا كَانُوْا يَفْتَرُوْنَ. الاعراف:53
Tiadalah
mereka menunggu-nunggu kecuali (terlaksananya kebenaran) Al-Qur’an itu.
Pada hari datangnya kebenaran pemberitaan Al-Qur’an itu, berkatalah orang-orang yang melupakannya
sebelum itu, “Sesungguhnya telah datang rasul-rasul Tuhan kami membawa yang haq, maka adakah bagi kami pemberi syafaat yang akan memberi syafaat bagi kami, atau dapatkah kami dikembalikan (ke dunia) sehingga kami dapat beramal yang lain dari yang pernah kami amalkan
?”. Sungguh mereka
telah merugikan diri mereka sendiri dan telah lenyaplah dari mereka tuhan-tuhan yang mereka ada-adakan”..
[QS. Al-A’raaf : 53]
وَ لَوْ تَرى اِذِ اْلمُجْرِمُوْنَ نَاكِسُوْا رُءُوْسِهِمْ عِنْدَ رَبّهِمْ، رَبَّنَا اَبْصَرْنَا وَ سَمِعْنَا فَارْجِعْنَا نَعْمَلْ صَالِحًا اِنَّا مُوْقِنُوْنَ. السجدة:12
Dan
(alangkah ngerinya), jika sekiranya kamu melihat ketika orang-orang yang berdosa itu menundukkan kepalanya di hadapan Tuhannya, (mereka berkata), “Ya Tuhan kami, kami telah melihat dan mendengar, maka kembalikanlah kami (ke dunia), kami akan mengerjakan amal saleh, sesungguhnya kami adalah orang-orang yang yaqin”.
[QS.
Sajdah
: 12]
وَ هُمْ يَصْطَرِخُوْنَ فِيْهَا، رَبَّنَآ اَخْرِجْنَا نَعْمَلْ
صَالِحًا غَيْرَ الَّذِيْ كُنَّا نَعْمَلُ، اَوَلَمْ
نُعَمّرْكُمْ مَّا يَتَذَكَّرُ فِيْهِ مَنْ تَذَكَّرَ وَ
جَآءَكُمُ النَّذِيْرُ، فَذُوْقُوْا فَمَا لِلظّلِمِيْنَ مِنْ نَّصِيْرٍ. فاطر: 37
Dan
mereka berteriak di dalam neraka itu, “Ya Tuhan kami, keluarkanlah kami niscaya kami akan
mengerjakan amal yang shalih belainan dengan yang telah kami kerjakan”. Dan apakah Kami tidak memanjangkan umurmu dalam masa yang cukup untuk berpikir bagi orang yang mau berpikir, dan (apakah tidak) datang kepada kamu pemberi peringatan ? Maka rasakanlah (adzab Kami) dan tidak ada bagi orang-orang yang dhalim seorang penolongpun”.
[QS. Faathir : 37]
وَ مَنْ يُّضْلِلِ اللهُ فَمَا لَه مِنْ وَّلِيّ مّنْ بَعْدِه، وَ تَرَى
الظّلِمِيْنَ لَمَّا رَاَوُا
اْلعَذَابَ يَقُوْلُوْنَ هَلْ اِلى مَرَدّ مّنْ
سَبِيْلٍ(44) وَ تَريهُمْ يُعْرَضُوْنَ عَلَيْهَا خَاشِعِيْنَ مِنَ الذُّلّ
يَنْظُرُوْنَ مِنْ طَرْفٍ خَفِيّ، وَ قَالَ الَّذِيْنَ امَنُوْآ اِنَّ اْلخَاسِرِيْنَ
الَّذِيْنَ خَسِرُوْا اَنْفُسَهُمْ وَ اَهْلِيْهِمْ يَوْمَ اْلقِيَامَةِ، اَلاَ اِنَّ الظّلِمِيْنَ فِيْ عَذَابٍ مُّقِيْمٍ(45) الشورى:44-45
Dan
barangsiapa yang disesatkan
Allah, maka tidak ada baginya seorang pemimpin pun sesudah itu. Dan kamu akan melihat orang-orang yang dhalim ketika mereka melihat adzab berkata, “Adakah kiranya jalan untuk kembali (ke dunia) ?”..
(44)
Dan
kamu akan melihat mereka dihadapkan ke neraka dalam keadaan tunduk karena (merasa) hina, mereka melihat dengan pandangan yang lesu. Dan orang-orang yang beriman berkata, “Sesungguhnya orang-orang yang merugi ialah orang-orang yang kehilangan diri mereka sendiri dan (kehilangan) keluarga mereka pada hari qiyamat. Ingatlah, sesungguhnya orang-orang yang
dhalim itu berada dalam adzab yang kekal.
(45)
[QS. Asy-Syuuraa : 44-45]
اِنَّ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا يُنَادَوْنَ لَمَقْتُ اللهِ اَكْبَرُ مِنْ
مَّقْتِكُمْ اَنْفُسَكُمْ اِذْ تُدْعَوْنَ اِلَى اْلاِيْمَانِ فَتَكْفُرُوْنَ(10) قَالُوْا رَبَّنَا اَمَتَّنَا اثْنَتَيْنِ وَ اَحْيَيْتَنَا اثْنَتَيْنِ فَاعْتَرَفْنَا بِذُنُوْبِنَا،
فَهَلْ اِلى خُرُوْجٍ مّنْ سَبِيْلٍ(11) المؤمن:10-11
Sesungguhnya
orang-orang yang kafir diserukan kepada mereka (pada hari qiyamat), “Sesungguhnya kebencian Allah
(kepadamu) lebih besar daripada kebencianmu kepada dirimu sendiri karena kamu diseru untuk beriman lalu kamu kafir”.
(10)
Mereka
menjawab, “Ya Tuhan kami, Engkau telah mematikan kami dua kali dan telah menghidupkan kami dua kali (pula), lalu kami mengakui dosa-dosa kami. Maka adakah sesuatu jalan (bagi kami) untuk keluar (dari neraka) ?”. (11)
[QS. Al-Mukmin : 10-11]
اِذْ تَبَرَّاَ الَّذِيْنَ اتُّبِعُوْا مِنَ الَّذِيْنَ اتَّبَعُوْا وَ
رَاَوُا اْلعَذَابَ وَ تَقَطَّعَتْ بِهِمُ اْلاَسْبَابُ(166) وَ قَالَ الَّذِيْنَ اتَّبَعُوْا لَوْ اَنَّ
لَنَا كَرَّةً فَنَتَبَرَّاَ مِنْهُمْ كَمَا
تَبَرَّءُوْا مِنَّا، كَذلِكَ يُرِيْهِمُ اللهُ اَعْمَالَهُمْ حَسَرَاتٍ عَلَيْهِمْ، وَ مَا هُمْ
بِخَارِجِيْنَ مِنَ النَّارِ(167) البقرة:166-167
Ketika
orang-orang yang diikuti
itu berlepas diri dari orang-orang yang mengikutinya,
dan mereka melihat siksa, dan (ketika) segala hubungan antara mereka terputus sama sekali.
(166)
Dan
berkatalah orang-orang yang
mengikuti, “Seandainya kami dapat kembali (ke dunia), pasti kami akan berlepas diri dari mereka, sebagaimana mereka berlepas diri dari kami”.
Demikianlah Allah memperlihatkan kepada mereka amal perbuatannya menjadi sesalan bagi mereka; dan sekali-kali mereka tidak akan ke luar dari api neraka. (167)
[QS.
Al-Baqarah
: 166-167]
يَوْمَ تُقَلَّبُ وُجُوْهُهُمْ فِى النَّارِ
يَقُوْلُوْنَ يلَيْتَنَا اَطَعْنَا اللهَ وَ اَطَعْنَا
الرَّسُوْلاَ(66) وَ قَالُوْا رَبَّنَا اِنَّا اَطَعْنَا
سَادَتَنَا وَ كُبَرَآءَنَا فَاَضَلُّوْنَا السَّبِيْلاَ(67) رَبَّنَا اتِهِمْ ضِعْفَيْنِ مِنَ اْلعَذَابِ وَ اْلعَنْهُمْ لَعْنًا
كَبِيْرًا(68) الاحزاب:66-68
Pada
hari ketika muka mereka dibolak-balikkan dalam neraka, mereka berkata, “Alangkah baiknya, andaikata kami thaat kepada Allah dan thaat (pula) kepada Rasul”.
(66)
Dan
mereka berkata, “Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami telah menthaati pemimpin-pemimpin dan pembesar-pembesar kami, lalu mereka menyesatkan kami dari jalan (yang benar).
(67)
Ya
Tuhan kami, timpakanlah kepada mereka adzab dua kali lipat dan kutuklah mereka dengan kutukan yang besar”.
(68)
[QS. Al-Ahzaab : 66-68]
اِنَّا اَنْذَرْنَاكُمْ عَذَابًا قَرِيْبًا يَّوْمَ
يَنْظُرُ اْلمَرْءُ مَا قَدَّمَتْ يَدَاهُ وَ يَقُوْلُ اْلكَافِرُ يلَيْتَنِيْ كُنْتُ تُرَابًا. النبأ:40
Sesungguhnya
Kami telah memperingatkan kepadamu (hai orang kafir) siksa yang dekat, pada hari manusia melihat apa yang telah diperbuat oleh kedua tangannya; dan orang kafir berkata, “Alangkah baiknya sekiranya aku dahulu adalah tanah”.
[QS. An-Naba’ : 40]
وَ نُفِخَ فِى الصُّوْرِ فَاِذَا هُمْ مّنَ اْلاَجْدَاثِ
اِلى رَبّهِمْ يَنْسِلُوْنَ(51) قَالُوْا يوَيْلَنَا مَنْ بَعَثَنَا مِنْ
مَّرْقَدِنَا، هذَا مَا وَعَدَ الرَّحْمنُ وَ صَدَقَ اْلمُرْسَلُوْنَ(52) يس:51-52
Dan
ditiuplah sangkakala, maka tiba-tiba mereka keluar dengan segera dari quburnya (menuju) kepada Tuhan mereka.
(51)
Mereka
berkata, “Aduh celakalah kami ! Siapakah yang membangkitkan kami dari tempat tidur kami (kubur)
?”. Inilah yang dijanjikan (Tuhan) Yang Maha Pemurah dan benarlah Rasul-rasul (Nya). (52)
[QS. Yaasiin : 51-52]


2 komentar:
alhamdulillah...
bismillah...
Tinggalkan Komentar anda ya,