Pengakuan.
| http://corridoraneh.blogspot.com/2012/12/taman-patung-bawah-laut-cancun-mexico.html |
Pengakuanlah yang membuat sayap
kupu-kupu jiwa terbang bebas ke udara, walau dia tahu betapa rapuh kedua belah
sayapnya setelah ia mengaku bahwa ia pernah menjadi kepompong nan tak berdaya.
Pengakuan akan kesalahan-lah yang menjadikan
Allah Ridha menurunkan gemelebat air hujan untuk membasuh dosa manusia.
Pengakuanlah yang membuat jiwa terlepas dari
belenggu sinisnya pandangan mata.
Malam ini
dia ingin mengaku, bahwa dia tak pernah sekalipun mencintai seorang wanita,
bukan dia tak normal atau apalah,
dia hanya selalu gagal menyentuh hati mereka,
berkali-kali ia coba, yang terjadi hanya hempasan-hempasan gelombang nestapa yang
menyeret lukanya hingga ketepi pantai, ringkih ia terkulai, lemas kesabarannya kerontang terkuras, pulau tak bernama itu
mungkin tempat yang tepat untuk ia mengambil sedikit masa untuk merenung, telah
sudahkah inginnya selaras dengan kehendak langit,
pada sebuah kesimpulan dari lubnya yang
terdalam, ia mengerti bahwa logika Tuhannya selalu menang akan logika nafsunya,
tapi sayang ia tak bisa memenangkan logika Tuhan untuk menundukkan nafsu
serakah, merajai hatinya.
Malam ini pemuda itu mengaku, betapa dangkal
ilmunya, hingga tak mampu bahteranya berlayar menjemput seorang wanita mulia
manapun yang ia rindukan, malam ini ia hanyutkan sajalah rindunya, manalah tahu
itu cukup untuk melepas kebodohan, kesalahannya padamu.
Setelah pengakuan ini, perlahan jemari tangannya
menghilang, ruas demi ruas, menuju pergelangan tangan, siku, lengan dada,
perut, kaki, lutut, jemari kaki, hingga kepala, ia benar-benar hilang, membenamkan diri
dalam timbunan angin, reruntuhan malam yang pekat.
Tanjungpinang, 08/5/2015.


0 komentar:
Tinggalkan Komentar anda ya,