Recent Posts

Rabu, 05 Agustus 2015

0 komentar

Pengakuan.


http://corridoraneh.blogspot.com/2012/12/taman-patung-bawah-laut-cancun-mexico.html



Pengakuanlah yang membuat sayap kupu-kupu jiwa terbang bebas ke udara, walau dia tahu betapa rapuh kedua belah sayapnya setelah ia mengaku bahwa ia pernah menjadi kepompong nan tak berdaya.

Pengakuan akan kesalahan-lah yang  menjadikan  Allah Ridha menurunkan gemelebat air hujan untuk membasuh dosa manusia.
Pengakuanlah yang membuat jiwa terlepas dari belenggu sinisnya pandangan mata.

Malam  ini dia ingin mengaku, bahwa dia tak pernah sekalipun mencintai seorang wanita, bukan dia tak normal atau apalah,
dia hanya selalu gagal menyentuh hati mereka, berkali-kali ia coba, yang terjadi hanya hempasan-hempasan gelombang nestapa yang menyeret lukanya hingga ketepi pantai, ringkih ia terkulai, lemas kesabarannya kerontang terkuras,  pulau tak bernama itu mungkin tempat yang tepat untuk ia mengambil sedikit masa untuk merenung, telah sudahkah inginnya selaras dengan kehendak langit,
pada sebuah kesimpulan dari lubnya yang terdalam, ia mengerti bahwa logika Tuhannya selalu menang akan logika nafsunya, tapi sayang ia tak bisa memenangkan logika Tuhan untuk menundukkan nafsu serakah, merajai hatinya.

Malam ini pemuda itu mengaku, betapa dangkal ilmunya, hingga tak mampu bahteranya berlayar menjemput seorang wanita mulia manapun yang ia rindukan, malam ini ia hanyutkan sajalah rindunya, manalah tahu itu cukup untuk melepas kebodohan, kesalahannya padamu.

Setelah pengakuan ini, perlahan jemari tangannya menghilang, ruas demi ruas, menuju pergelangan tangan, siku, lengan dada, perut, kaki, lutut, jemari kaki, hingga kepala, ia benar-benar hilang, membenamkan diri dalam timbunan angin, reruntuhan malam yang pekat.

Tanjungpinang, 08/5/2015.

0 komentar:

Tinggalkan Komentar anda ya,

Best viewed on firefox 5+

like

follow me

CAHAYA HATI

Copyright © Design by Dadang Herdiana