Recent Posts

Minggu, 31 Mei 2015

0 komentar

Katamu







Di Planetmu semua orang telanjang
Tapi di bumiku, orang-orang berpakaian
(Hanya dikondisi tertentu kami boleh menampakkan tubuh tanpa sehelai benang)

Di Tempatmu, tidak ada yang mampu berkata bohong
Sebab bohong bukanlah pilihan
Namun di bumiku, orang-orang sering berdusta
Untuk mencuri uang, menyentuh cinta, merebut tahta
Orang bumi teramat nazi menggenggam kebaikan


Di tanahmu, tidak ada bahasa
Bila ingin bertukar pesan, kalian cukup berpegangan tangan
Lakin, di tanahku, kau temui beragam bahsa dengan cara serta intonasi pengungkapannya,
Salah saja diantara itu, alamat makna tak sampai pada gendang hati,
“Rumit sekali,” nilaimu.

Di kota asalmu, kau tak banyak belajar
Tapi di kotaku, kau telah menguasai 12 bahasa, hanya dalam hitungan jam
Kau sentuh saja mereka yang berbicara, kan kau dapati bahasa mereka,
Awalnya aku kira itu dusta.

Di desamu, tak kau temui rumah Tuhan dan arti ber-Tuhan,
Di desaku, kau temui berbagai “kembaran” Tuhan,
Satu persatu kau puja, tapi tak satupun dari mereka yang menhantarkanmu pulang,
Hingga kau simpulkan,
“Sembahlah Tuhan, bukan kembaran-Nya yang diciptakan tangan manusia”

Di rumahmu, kau tak mengenal cinta
Tapi di kamarku, kau belajar menangis rindu,
Tatapan sendu, membunuh waktu, selalu ingin dekat denganku, awal nya aku tak mengerti

Hingga akhirnya,
Di bawah atap awan nan cerah biru, kau berdusta,
Walau hanya sekali, kau sukses melakukannya,
 Itu dapat kubaca, dari berbagai serpihan mozaik tanda,
Hingga tanda terakhir,
Kau berdusta tak mencintaiku,
Tanpa menoleh kau berlalu, dusta maha sempurna.

Sampai jumpa, yang datang tanpa tanggal lahir,
Dan pergi tanpa tanggal mati.

0 komentar:

Tinggalkan Komentar anda ya,

Best viewed on firefox 5+

like

follow me

CAHAYA HATI

Copyright © Design by Dadang Herdiana