Recent Posts

Minggu, 31 Mei 2015

0 komentar

Ayah Pasti Pulang, nak! (kalau bukan padamu, ya pada-Mu)



lukisan Raden Saleh


Ayah pasti pulang nak,
sebelum pipimu kempes tak tembem lagi.

Ayah pasti mengetuk jendela rumah nak,
menyadarkan penantian panjangmu.
Jalan pulang masih panjang nak,
tapi yakinlah penantianmu tak sia-sia,
walau ayah belum wujud di sisimu.

Ketahuilah sesungguhnya embun jantan, renjis gerimis, desau bayu, gradasi cahaya fajar senja, adalah utusan ayahmu, mereka sangat terampil membungkus rapi rindu, untukmu.
Ayah sempatkan mengirim kabar, nak.
Membayar lunas rasa bersalah,
keringkan sapu tanganmu,
percayalah, tersebab gumpalan awan, tetunas hijau tanaman, adalah berita kepulanganku.

7 tahun setelah tanpa tahun.
Ba’da pipiku tak lagi comel,
aku mengerti ma’rifat rindu,
benar, kau telah pulang sebelum kempes pipiku.
Kini ku faham arti keringatmu,
Yang telah menenggelamkan kapal pulang,
Robekkan layar,
Patahkan kemudi,
Karamkan harapanmu; menemui ku.

Rindu; selalunya begitu,
Tanpa musim, tanpa tanda, tiba-tiba.

0 komentar:

Tinggalkan Komentar anda ya,

Best viewed on firefox 5+

like

follow me

CAHAYA HATI

Copyright © Design by Dadang Herdiana